Home » , » Berburu Ayam di Tanah Rencong

Berburu Ayam di Tanah Rencong

Written By rita mutia on Sunday, 6 April 2014 | 12:29


Bagi Anda angota Perbankin (persatuan penembakdan berburu amatir), ayam tidak pernah menjadi target saat berburu. Hal ini dikarenakan ayam bukanlah satwa liar dan keberadaanya itu menganggu satwa dan populasi makhkluk hidup lainnya. Namun berburu ayam akan berlaku bagi Anda pecinta kuliner khas Aceh. Dari beberapa restauran/gerai rumah makan yang menjajakan makanan berbahan baku khas ayam, nama menunya itu bakal membuat Anda terperangah. Contohnya ayam lepas.

Ayam Lepas
Kedengaran dari namanya, asumsi sebagian orang yang tidak pernah datang ke Aceh dan mencari tahu dari sumber lainnya, masyarakat awam akan mengira, pelanggan yang akan mencoba menu ayam lepas, kita dimintakan untuk menangkap ayam tersebut dikarenakam ayamnya lepas. Tunggu dulu! Ayam lepas ini tidaklah seperti yang Anda bayangkan. Ayam lepas ini adalah menu andalan di Gerai Ayam Lepas. Sama halnya seperti restauran siap saji lainnya yang terkenal di seluruh belahan dunia.  Ayam lepas ini dikolaborasikan dengan bumbu khas dan lidah masyarakat Indonesia.


Gurihnya ayam serta tekstulnya yang lembut ditambah dengan pedasnya sambal terasi yang dipadukan dengan beragam rempah lainnya, membuat lidah Anda bergoyang ketika mencoba ayam lepas ini. Kini ayam lepas ini pun telah tersebar ke seluruh Indonesia. Bahkan beberapa gerai sudah ada di luar negeri seperti Malaysia. So perburuan ayam akan berakhir ketika Anda memberanikan diri untuk mencoba pedanya ayam lepas atau ayam lemas bagi Anda yang tidak suka dengan pedas.

Ayam Tangkap
Perburuan selanjutnya adalah bagaimana kita menangkap sang ayam. Ayam yang satu ini beda dengan ayam lainnya. Jika ayam lepas dikenal tekstulnya yang gurih dan sambal terasi yang kental, namun beda halnya dengan ayam tangkap. Perilaku ayam yang suka bersumbunyi ketika hendak disembelih, mengginspirasi masyarakat Aceh untuk menjadikan sebuah makanan. Selanjutnya, sangking kesalnya karena ayam tersebut sulit ditangkap, ayam ini dicincang sekecilnya dan seluruh bagiannya di goreng dengan minyak yang begitu mendidih. Sedikit tamburan daun semangi sungguh mengguggah selera untuk mencoba ayam tangkap.


Aroma khas daun semanggi akan terhidu ketika sepiring ayamg tangkap ini dihidang ke depan Anda. Potongan ayam yang kecil-kecil serta perpaduan sambal yang begitu kental dengan sedikit campuran asam. Sangat nikmat disantap usai dimasak. Sebagai pecinta kuliner akan melahapanya dengan sedikit campuran kuah kari kambing. Tentunya hal ini akan menguatkan cita rasanya. Dan tak perlu khawatir perjalanan berburu ayam di Aceh tidak sesulit yang Anda bayangkan sebelumya.

Ada juga satu lagi yang tak kalah nikmatnya dengan ayam lepas atau ayam tangkap. Ayam goreng Blang Bintang, begitulah orang menyebutnya. Ayam yang satu ini hampir sama dengann ayam tangkap. Akan tetapi ayam Blang Bintang ini tidak ada campuran daun semangi, sama halnya dengan ayam goreng lainnya, tidak ada trik dan bahan baku khusus untuk memasaknya, hanya saja ayam yang digunakan adalah ayam kampung yang usianya berkisar 2-3 bulan. Hal ini dikhususkan agar tekstul dagingnya tidak keras.

Ketiga jenis ayam tersebut adalah menu utama yang bisa Anda dapatkan selama berada di Banda Aceh. Menu tersebut pun tersedia di sembarang rumah makan khas Aceh, khususnya rumah makan khas Aceh Besar. Untuk ayam lepas menu tersebut hanya terdapat di Rumah Makan Ayam lepas. Sementara untuk ayam tangkap ini yang paling banyak digemari oleh pecinta kuliner adalah ayam tangkap olahan dari Rumah Makan Hasan.

Tak perlu khawatir sulitnya menemukan rumah makan tersebut, bagi Anda yang baru pertama kali menginjakkan kaki ke Aceh, umumnya masyarakat Aceh sudah mengetahui di mana lokasi rumah makan tersebut. Dengan nominal yang tidak begitu menguras kantong Anda, nikmatnya berburu kuliner ayam di tanah rencong bisa Anda santapi. 
Bagikan Artikel :

   

16 comments:

  1. Udah lama gk pulang ke Aceh, jadi rindu ayam tangkap. Kalau ada kesempatan ajakin dong aku ke sana. Kan dekat sama rumah mu mad. sukses ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha. Gampang itu, penting pulang dulu ke Aceh. Urusan bayar membayar, nanti kita pikirkan lagi.

      Delete
  2. Menarik untuk dicoba, tapi saya lagi gk ada rupiah untuk menggrasakan kenikmatan ayam tangkap bro. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masak Aceh Automotive gk ad duit untuk melahap ayam tangkap. Sulit dipercaya, kalau begitu kabari saya aja kapan sempat dan ada kemudahan kita mampir di belakang rumah saya aja. #PHP hehe

      Delete
  3. Bawalah pak satu porsi untuk saya ke sekolah. Janji itu pak ya dibawa!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belajar dulu yang rajin kalau dapat peringkat baru bapak bawa ke sekolah. :D

      Delete
  4. ayam di banda aceh mank harus ditangkap. wkwkwk. jgn lupa mampir ya : http://charmingaceh.blogspot.com/2014/04/jangan-ke-banda-aceh.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Ditangkap sih boleh-boleh aja. Asal jangan habis ditangkap dilepas lagi. hehe. Langsung ke TKP :D

      Delete
  5. Bagus artikel nya, jangan lupa mampir kemari ya : http://bandaacehvisit.blogspot.com/2014/04/banda-aceh-icon-para-cendekia-aceh.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Oke langsung ke TKP yang ditujukan. hehe

      Delete
  6. mantap, so jangan lupa manpir juga kemari ya: http://informasi-syarif.blogspot.com/2014/03/hutan-kota-icon-paru-paru-serambi-mekkah.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih bung. Baik saya akan menuju ke sana. hehe

      Delete
  7. Itu penulisan 'di goreng' tidak ditulis terpisah melainkan ditulis serangkai. Hal tersebut dikarenakan 'goreng' merupakan kelas kata verba dan harus ditulis serangkai ketika awalan di-. terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih pak. Ini adalah kekhilafan dalam teori bahasa dan akan saya ralat. :D

      Delete
  8. Hmm. Mengundang lapar. Kakak kapan diajak ke sana dek? ini yang wisuda banyak. giliran adeklah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Kita tunggu waktu yang tepat ya kak. Soalnya isi kantong belum memungkinkan untuk ke sana. Tapi yang pastinya akan diajak kok kak, kalau saya sudah diwisudakan. hehe

      Delete